Koalisi Advokasi KBB SULUT bersama dengan LBH Manado & PUKKAT menyelenggarakan "Silaturahmi Natal & Refleksi Akhir Tahun" sebagai hajatan tahunan.
Kali ini refleksi diawali dengan pemutaran film dokumenter berjudul "Bhinneka Tunggal Asa", yang diproduksi oleh YLBHI & Watchdog, yang mengangkat kasus-kasus pelanggaran KBB (Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan) di beberapa daerah, seperti kasus LAROMA di SULUT, kasus Ahmadiyah & GKP di Jabar, dan di Kalbar.
Pemutaran film ini adalah pertama kali dilakukan oleh jaringan di daerah setelah di-launching beberapa hari lalu di Jakarta.
Yang menarik juga adalah diskusi yang berlangsung serius membahas pelanggaran-pelanggaran KBB oleh aktor-aktor negara yang biasanya diawali oleh aktor-aktor non-negara yang memakai beberapa rujukan kebijakan negara yang diskriminatif bahkan bertentangan dengan konstitusi - sebagai legitimasi atas aksi-aksi kekerasan & persekusi terhadap kelompok minoritas rentan, serta perusakan rumah-rumah ibadah. Selain itu, dalam refleksi ini, juga ada upaya untuk melakukan pemetaan serta analisis kritis terhadap dominasi kekuasaan, yang ditinjau dari berbagai perspektif untuk ditindaklanjuti dalam kerja-kerja advokasi Koalisi ke depan.
Refleksi ini melibatkan representasi berbagai OMS di SULUT yg kian solid, konsolidatif dan komit dalam mengarusutamakan KBB, yg juga berkelindan dengan isu-isu lain di SULUT, seperti konflik agraria, bisnis ekstraktif, disabilitas, KtP & KtA, SOGIESC, dll.
Pertemuan silaturahmi dan refleksi ini dihadiri sekitar 100 orang dari berbagai jaringan OMS yang tergabung dalam Koalisi Advokasi KBB SULUT, serta undangan lainnya.
Kehadiran para aktivis yang datang secara bergantian sejak siang hingga malam hari, tidak saja sebagai perjumpaan silaturahim merayakan Natal bersama jaringan komunitas lintas iman. Temu ini juga untuk memperkuat visi bersama & aksi perjuangan gerakan masyarakat sipil bagi keadilan & pemenuhan hak KBB serta penanganan beragam isu interseksi yg juga urgen - sebagai panggilan bersama mewujudkan aksi-aksi nyata gerakan rakyat SULUT bersatu.
Tomohon, 291225
Ruth Ketsia







0 komentar:
Posting Komentar