Jumat, 21 Agustus 2026

Watu Toitou: Batu yang Mengingat, Leluhur yang Menjaga

 


Judul:

Watu Toitou: Batu yang Mengingat, Leluhur yang Menjaga - Jejak Megalitik, Memori dan Identitas Kultural Tou Minahasa


Kepengarangan:

Rikson Childwan Karundeng


Penerbit:

Pusat Kajian Kebudayaan Indonesia Timur (PUKKAT)


Sinopsis:

Watu Toitou mengingatkan bahwa sejarah Minahasa tidak hanya tersimpan dalam tulisan, tetapi juga dalam batu, ruang, lanskap, dan tradisi masyarakat. Toitou bukan sekadar batu berbentuk manusia atau tinggalan megalitik, melainkan representasi manusia yang memiliki hubungan dengan leluhur, komunitas, ruang hidup, alam, ritus, dan Sang Khalik. Maknanya pun beragam, bergantung pada konteks sejarah dan ruang tempat ia berada.

Dalam konteks ini, Watu Toitou dapat dipahami sebagai materialisasi ingatan leluhur. Melalui batu, nama, kisah, jasa, hubungan genealogis, dan nilai-nilai leluhur terus dihadirkan dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, Toitou tidak hanya menjadi pengingat masa lalu, tetapi juga mengandung nilai sosial dan etis seperti maesa-esaan, masigi-sigian, maleos-leosan, matombol-tombolan, masawang-sawangan, dan magenang-genangen yang mengajarkan pentingnya hubungan antarmanusia, dengan alam, dan dengan generasi mendatang.


Ukuran Buku:

ix + 247 hlm; 14,8 x 21 cm




Riane Elean

Author & Editor

""

0 komentar:

Posting Komentar